• IWN

Hubungan Erat Antara Tahan Godaan Dengan Kesuksesan

Updated: Oct 29, 2019

Ketika handphone model terbaru yang sudah lama anda tunggu-tunggu akhirnya mulai diluncurkan, apakah anda langsung membelinya? atau anda akan menunggu 8 bulan kemudian dan membelinya dengan harga yang sudah tinggal 60%??


Sebagian orang merasa harus membelinya sekarang meskipun uangnya tidak cukup, bahkan mereka rela untuk membeli dengan cicilan selama bertahun tahun dengan membayar bunga yang tinggi, bahkan terkadang mereka masih mencicil padahal Handphone nya sudah lama rusak.


Mengapa demikian? karena mereka menginginkan barang itu SEKARANG!



Pada tahun 1972 ahli bernama Walter Mischel melakukan percobaan yang dinamakan Marshmellow Test kepada sejumlah anak kecil, dimana anak-anak tersebut ditawari untuk mendapatkan hanya sepotong Marshmellow (sejenis kue manis), atau dua potong marshmellow jika mereka bersedia menunggu 2 jam kemudian.



Test ini mengungkapkan bahwa di saat sebagian anak langsung memakan marshmellow yang ada tanpa pikir panjang, ada sebagian lainnya bersedia menunda kenikmatan sekarang dengan harapan mendapatkan sesuatu yang lebih besar kemudian.


Penelitian lanjutan dilakukan puluhan tahun setelah anak-anak tersebut tumbuh dewasa, dan didapati bahwa anak yang mau bersabar dan menunggu Marshmellow kedua cenderung memiliki tingkat perceraiannya lebih rendah, pendapatannya lebih tinggi, dan berstatus sosial lebih baik, atau dengan kata lain; lebih sukses.

Ditemukan juga bahwa ada kecenderungan anak dari keluarga yang kurang mampu cenderung untuk langsung memanfaatkan kenikmatan / peluang yang ada karena seringkali peluang tersebut hanya sebentar.



Manusia modern adalah hasil dari evolusi ribuan tahun, dan yang membuat manusia berhasil menjadi spesies dominan di bumi ini adalah kita mengerti konsep 'waktu dan masa depan'.


Animals only live for today

Coba saja, apakah anda mampu mengajarkan konsep 'besok'atau 'minggu depan' kepada anjing peliharaan anda, apakah bisa? tentu saja tidak mungkin.


Binatang hanya hidup oleh insting. Mereka mencari makan ketika terasa lapar dan kawin (dengan lawan jenis terdekat) ketika berahi. Binatang hidup hanya untuk saat ini tanpa ada pikiran dan pertimbangan untuk masa depannya.


Karena itu, kecerdasan hakekatnya adalah kemampuan untuk memetakan masa depan.


Kita setiap hari melamun, membayangkan, merencanakan sesuatu, dan ternyata lamunan atau khayalan inilah yang membuat kita unggul, dan diharapkan memilih pilihan yang lebih bijak daripada spesies lain, karena kita tidak hanya hidup untuk sekarang tapi juga merencanakan masa depan.



Edward Banfield seorang pengajar di Harvard melakukan riset selama puluhan tahun untuk menjawab pertanyaan mengapa sebagian orang bisa melejit dan lebih sukses dari orang lain sebayanya.


Dia akhirnya menemukan bahwa panjangnya perspektif waktu yang dimiliki seseorang, itulah yang akan menentukan sukses tidaknya orang tersebut.


Semakin panjang dia melihat ke depan semakin besar kemungkinan dia bersedia mengorbankan kenikmatan yang bisa didapat saat ini untuk ditukar dengan kemungkinan memperoleh hal yang lebih besar dan bermanfaat di masa depan.


Mereka bersedia bangun lebih pagi, berusaha lebih keras, bekerja lebih lama, dan belajar lebih banyak dengan harapan menikmati hasil yang lebih baik di kemudian hari.


Misalkan kita sekarang diberi uang 10 juta, dengan syarat harus dihabiskan dalam waktu 1 jam. Yang langsung terbayang mungkin kita akan menggunakannya untuk membeli HP baru, atau sepatu mahal yang selama ini kita tidak berani beli. Tapi jika persyaratan harus habis dalam satu jam tersebut kita hilangkan, mungkin kita mulai berpikir untuk menggunakan (minimal sebagian) untuk hal yang lebih bersifat jangka panjang seperti menabung untuk sekolah anak atau cicilan rumah. Betapa persepektif 'harus habis dalam 1 jam' membuat perbedaan keputusan yang demikian besar.

Cerita ini seperti kedengaran konyol, tapi betapa seringnya kita melihat orang yang ketika baru mendapat gaji atau komisi penjualan tiba-tiba merasa 'harus menghabiskannya dalam 1 jam'.


Di jaman saya kecil, para orang tua khawatir ketika kita terlalu banyak menghabiskan waktu menonton TV. Sekarang mereka bisa sedikit tenang karena anak-anak sekarang sudah jarang menonton TV, tapi digantikan oleh kebiasaan yang lebih mengerikan lagi, YouTube!


Mengapa YouTube begitu menarik? apa bedanya menonton TV dengan YouTube sehingga mereka tidak bisa melepaskannya?

Karena menonton YouTube mereka bisa MEMILIH apa yang ingin mereka lihat, dan mereka bisa melihat apapun video / hiburan yang mereka ingin lihat, SEKARANG JUGA!



Para ahli (maksudnya para orang tua) sangat mengkhawatirkan hal ini, bukan saja mengenai konten dari YouTube, tapi juga mentalitas 'harus sekarang' dan tidak bersedia menunggu dan bersabar.


Mereka ingin hasil cepat, cepat naik jabatan, cepat kaya, cepat sukses, tanpa mau bekerja keras, atau menunggu dan berproses.


Banyak orang menilai fenomena ini sekarang yang menjangkiti hampir semua anak muda masa kini. Hal inilah yang menjadi ancaman yang lebih besar bagi generasi sekarang, lebih daripada sekedar konten yang layak atau tidak layak.


Dalam dunia karir dan profesi, mulai terdengar keluhan bahwa generasi millenial yang mulai masuk ke dunia kerja biasanya tidak sabaran, ingin cepat membuahkan hasil dan memberi dampak. Mereka tidak tahan mengikuti proses perubahan atau pertumbuhan yang bagi mereka ibarat harus menonton sesuatu yang mereka tidak tertarik untuk tonton.


Akhirnya semua kembali kepada DISIPLIN DIRI yang dimiliki, atau yang ditanamkan orang tua kepada generasi penerusnya, apakah mereka bersedia menunda kenikmatan sekarang (delay gratification) untuk berharap mendapatkan masa depan yang lebih baik?

Apakah mereka dididik untuk mengerti bahwa kadang keberhasilan perlu kerja keras dan berproses.


Silakan masukkan komentar Anda.



- Terinspirasi dari Money Insider

PERSEVERE PLUS

 Blog ini berisi pengalaman saya sebagai praktisi manajemen, hal yang saya baca atau temukan, dan ingin saya bagikan dengan para pembaca yang memiliki ketertarikan terhadap pengembangan SDM, Lean Manajemen Leadership, pengelolaan waktu dan keuangan, nilai-nilai hidup yang positif.  Semoga bermanfaat.

  • Facebook
  • Twitter
  • YouTube
  • Pinterest
  • Instagram

SUBSCRIBE 

 Untuk mendapatkan notifikasi atas update postingan saya, silakan daftarkan email anda