• IWN

APAKAH ANDA MEMENUHI SYARAT MENJADI ORANG KAYA?

Updated: May 21

Thomas C Corley, menghabiskan waktu 5 tahun untuk mempelajari orang-orang kaya di Amerika dan menuangkan hasil penelitiannya dalam buku Rich Habits: The Daily Success Habits of Wealthy Individuals

Dia mewawancara 233 orang kaya dengan aset lebih dari 35 Milyar rupiah yang mereka hasilkan sendiri, bukan dari warisan atau hasil menang lotre.

Dari pengamatannya, orang-orang sukses ini tidak memiliki bakat khusus, bukan bekerja di posisi puncak perusahaan multinasional, bintang sepakbola dunia, atau bergelimang perhiasan di rumah super mewah.


Batasan dan definisi ‘kaya’

Definisi kaya tentu relatif bagi semua orang, kaya sering diasosiasikan dengan seberapa banyak uang yang kita punya, 100 Juta? 1 Milyar? 10 Milyar?

Lalu muncul ide lain bahwa orang kaya adalah orang yang sudah merasa 'cukup' terlepas dari berapa uangnya sekarang, jika anda merasa sudah cukup, berarti anda sudah kaya. Tapi kita sadari pula bahwa manusia memiliki kecenderungan untuk menyesuaikan diri dengan keadaannya entah itu baik atau buruk, lalu menginginkan sesuatu yang lebih baik, sehingga disebut bahwa manusia pada hakekatnya tidak pernah 'cukup'.


Baru belakangan ini ada pandangan yang mendefinisikan orang kaya adalah orang yang dapat mencukupi kebutuhannya sehari-hari tanpa 'harus' bekerja atau ngantor karena penghasilan pasif nya dapat menutupi biaya hidupnya. Passive Income yang dimaksud biasanya dapat berasal dari bunga tabungan/investasi yang bukan berasal dari pinjaman, atau pendapatan sewa yang sifatnya cukup stabil. Uang bulanan dari orang tua bukan termasuk Passive Income.

Selalu ada dua sisi dari keadaan 'kaya' yaitu; seberapa besar penghasilan kita, dan seberapa besar biaya (gaya) hidup kita.

Seorang yang biaya hidupnya 70 juta per bulan, harus memiliki tabungan & investasi senilai 15 Milyar. Sedangkan orang yang bergaya hidup 20 juta hanya perlu memiliki 5 Milyar untuk dapat menjadi ‘Kaya’.

Jadi kunci dari menjadi orang kaya adalah gaya hidup yang lebih rendah daripada Passive Income. Gaya hidup kita sangat menentukan apakah kita punya kesempatan menjadi orang kaya atau tidak.

83% orang kaya yang diamati oleh Corley ternyata hidup biasa saja, baju mereka bukan baju branded, mobil mereka biasa-biasa saja, rumah mereka juga tergolong biasa tanpa ada kesan ‘Wah!’.


Inilah beberapa prasyarat yang harus anda miliki untuk berpeluang menjadi kaya:


1. Jangan Jadi Impulse Buyer

Orang kaya tidak pernah membeli sesuatu yang tidak penting tanpa pikir panjang. Orang kaya cenderung dapat menunda kenikmatan yang bisa dia dapat hari ini demi untuk memperoleh kepastian / keyakinan / manfaat yang lebih besar di masa depan.

Membeli suatu barang yang cukup mahal harganya padahal fungsinya bukan primer menandakan bahwa anda tidak memiliki keteguhan mental untuk menjadi orang kaya, segeralah bertobat!


2. Tahu Kapan Harus Berkata ‘Tidak’

Orang kaya selalu berpikir jauh ke depan. Mereka dapat menolak untuk menghabiskan waktu atau uangnya untuk berlibur padahal seharusnya mereka dapat menggunakan uangnya untuk mengambil kursus public speaking atau membaca buku yang dapat membangun pengetahuan dan skill baru yang akan meningkatkan nilai jual dirinya dan akhirnya lebih memuluskan karirnya.


3. Gemar Menabung

Orang kaya PASTI memiliki kebiasaan menabung dan hampir semuanya paham mengenai instrumen investasi. Banyak orang mulai berinvestasi, tapi dari pengamatan Corley sebagian besar orang kaya yang dia amati bertipe investor konservatif yang lebih mengutamakan keamanan dan stabilitas daripada return yang tinggi dalam waktu cepat. Lebiih baik menang sedikit namun konsisten daripada menang banyak tapi kadang juga kalah banyak.


4. Sering-seringlah Merenung

Orang kaya biasanya pengamat dan perenung. Mereka tidak tenggelam dalam rutinitasnya dari hari ke hari, tapi sesekali berhenti dan mengevaluasi aktivitasnya, kesehatannya, pemanfaatan waktunya, kemajuan yang dicapai dan kesesuaian dengan targetnya. Mereka memutuskan hal-hal apa yang harus mereka lakukan lebih sering, atau hal apa saja yang harus dikurangi.

Jangan terlalu sibuk dan mati-matian habiskan seluruh energi kita untuk ‘berenang’ di sungai kehidupan padahal sungai itu bukan mengalir ke tempat yang kita inginkan. Sesekali berhentilah berenang, lihat bagaimana cara orang lain berenang, dan ke arah mana kita seharusnya berenang sesuai dengan tujuan kita.


5. Pandai-pandailah Memilih Teman

Kwalitas kita adalah rata-rata dari 5 orang terdekat kita. Dengan kata lain, entah sadar atau tidak, kita mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang-orang sekeliling kita. Karena itu, kita harus secara sadar memilih dengan siapa kita harus bergaul dan menghabiskan waktu.

Pastikan orang-orang sekitar kita adalah orang yang optimis, konstruktif, mendukung, ingin maju dan membantu kita. Larilah dari orang-orang tukang nyinyir karena tidak lama dan tidak terasa, kitapun jadi tukang nyinyir juga akhirnya.


6. Sabar

Jangan terburu-buru. Kemapanan dan kesuksesan perlu waktu. Jarang orang yang diamati Corley berhasil menjadi kaya secara cepat sebelum berusia 40 tahun.

Di sini kesabaran dibutuhkan. Tidak ada hal indah diperoleh secara mudah. Kebiasaan positif yang kecil seperti menabung, merawat kesehatan diri kadang baru terasa hasilnya setelah 25 tahun ditekuni dan dilakukan terus menerus.


7. Warisan Dari Orangtua

Banyak dari orang2 sukses mewarisi suatu hal yang lebih penting daripada harta dan uang, yaitu kebiasaan dan cara pandang / filosofi hidup positif dari orang tua mereka. Disadari atau tidak jalan pikiran dan cara pandang kita banyak dipengaruhi oleh orangtua kita. Jika mereka mewariskan nilai-nilai kebaikan, inilah warisan yang sesungguhnya.

Kesimpulan Corley adalah bahwa kesuksesan dalam hal materi dapat diraih oleh semua orang yang rajin menabung, mengatur keuangannya secara hati-hati, bekerja keras, berintegritas, dan memelihara kebiasaan-kebiasaan baik.


-inspirasi dari artikel Money Insider

PERSEVERE PLUS

 Blog ini berisi pengalaman saya sebagai praktisi manajemen, hal yang saya baca atau temukan, dan ingin saya bagikan dengan para pembaca yang memiliki ketertarikan terhadap pengembangan SDM, Lean Manajemen Leadership, pengelolaan waktu dan keuangan, nilai-nilai hidup yang positif.  Semoga bermanfaat.

  • Facebook
  • Twitter
  • YouTube
  • Pinterest
  • Instagram

SUBSCRIBE 

 Untuk mendapatkan notifikasi atas update postingan saya, silakan daftarkan email anda